Sabtu, 28 Agustus 2010

NASA Temukan 'Planet Alien', Kembaran Bumi?

VIVAnews -- Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan temuan baru yang dihasilkan satelit Kepler, Kamis 26 Agustus 2010.

Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang -- seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9.

Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi.

Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama.

Mengapa kandidat? Karena keberadaannya belum terkonfirmasi.

Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi.

Observasi lanjutan dari sistem planet tersebut akan membantu menjawab pertanyaan adakah kehidupan di luar Bumi.

"Kami berharap dalam beberapa hari atau minggu, kami bisa memastikannya," kata William Borucki, peneliti utama Keppler di

Pusat Penelitian Ames milik NASA, seperti dimuat laman Space, 26 Agustus 2010.

Untuk kali pertamanya, analisis pengamatan Kepler juga dikombinasikan dengan waktu transit dan observasi kecepatan radial untuk memperkirakan massa planet-planet alien itu.

Dua planet terbesar dalam sistem ini yang dinamakan Kepler 9b dan Kepler 9c -- ditemukan memiliki diameter yang hampir sama. Keduanya punya massa dan kepadatan seperti Saturnus.

Namun, dua planet tersebut terlalu dekat dengan bintang -- mirip Matahari, seperti Merkurius yang mengorbit Matahari. Dua planet itu diduga kuat tidak memiliki kehidupan karena sangat panas.

Planet Kepler adalah kelompok planet ke dua yang diumumkan minggu ini. Sebelumnya, astronom Badan Antariksa Eropa (ESO) mengumumkan penemuan 'tata surya' yang terdiri dari tujuh planet yang berjarak 127 tahun cahaya dari Bumi.

Kembaran Bumi?

Para astronot belum menemukan planet mirip Bumi dari observatorium Kepler.

Jika keberadaan planet ketiga mirip yang Bumi sudah ada konfirmasi, planet itu bisa menjadi 'planet terkecil' yang dikenal.

"Kami bisa mengatakan, dalam hal ukuran fisik, ini akan jadi yang terkecil, tapi kami belum mengetahui massanya," kata Matthew Holman, staf direktur divisi teori astrofisika di Harvard-Smithsonian Center, yang mengkonfirmasi temuan Kepper.

Keppler mengungkapkan, planet ketiga ini memiliki radius 11,5 kali Bumi dan memiliki periode orbital sekitar 1,6 hari di Bumi -- lebih pendek dari Kepler-9b dan 9c.

Para peneliti sedang meneliti apakah kandidat 'Kembaran Bumi' mengorbit di bintang yang sama dengan dua planet lain.

"Salah satu pesan dari pekerjaan ini adalah bahwa Kepler membuat kemajuan menuju tujuan untuk menemukan sistem planet yang mirip dengan tata surya kita."

Namun dalam hal kelayakan huni, sistem Kepler-9 mungkin bukan tempat yang tepat untuk mencari kehidupan.

"Planet-planet ini seperti tidak layak huni," kata Holman. Diperkirakan temperatur dua planet terbesar sangat tinggi, sekitar 740 derajat Kelvin (872 derajat Fahrenheit) dan 540 derajat Kelvin (512 derajatFahrenheit).

"Temperatur itu jauh di atas titik didih air, maka diduga kuat itu bukan planet berpenghuni. (hs)

Selasa, 17 Agustus 2010

sejarah dari kata “PARIBAN“

Berdasarkan rentetan fase pemikiran yang amburadul maka saya memberikan opini sementara bahwa kata Pariban itu berasal dari kata “PAR-BARIBAAN” atau “ORANG SEBELAH”. Par-baribaan dalam dugaan saya
memiliki makna “ORANG DEKAT” atau “ORANG YANG MASIH DIKENAL” atau bisa juga “SANAK FAMILY”.

Berdasarkan dugaan tersebut saya pun mencoba menerawang ke jaman ompungta si jolu tubu dan dalam perjalanan imaginier ini sayapun berubah menjadi orang batak pintar dan sangat kaya.

Karena saya kaya maka seperti kebiasaan orang-orang batak kaya yang lain jelas takut benar kehilangan harta, dan karenanya sayapun ingin agar orang orang yang berhubungan dengan keluarga atau dekat dengan sumber kekayaan saya haruslah orang yang bisa dipercaya.

Untuk itu saya harus membuat suatu aturan baru agar bisa mengawinkan anak dan boru saya kepada keluarga yang masih bisa dipercaya. Setelah dipikir dan diputar putar tujuh putaran akhirnya saya mendapatkan ide brilian. Sebaiknya Anak lelaki saya dikawinkan dengan anak dari saudara lelaki dari isteri (Tulang). Sementara anak perempuan dikawinkan dengan anak dari ito saya (namboru).

Sebagai orang kaya sekaligus pintar marhata tentunya saya cukup disegani di banyak huta dan dengan gampang sayapun bisa mengudang banyak raja adat dan raja huta guna mengolkan usul tersebut dan menjadikannya bagian dari aturan adat yang “seharusnya” atau tidak dilarang.

Seperti sebuah ungkapan ompungta si jolo tubu.

“Dolok i do marsitatapan dohot Dolok, Rura i tu Rura”,

Maka usul tersebut pun tidak sulit untuk disepakati, karena raja adat dan raja huta pada jaman dulu biasanya dari golongan berada juga (memiliki luas tanah ber-bius-bius istilah jaman dulu) dan memiliki kekayaannya yang hanya sedikit dibawah saya, Maka kamipun Setali tiga uang.

Agar semuanya lengkap dan sesuai prosedur maka kaum perempuan harus dipisahkan dari silsilah sebab jika dimasukkan tentu masih memiliki hubungan darah, padahal yang namanya sedarah jelas tidak bisa saling
mengawini. Untuk itu pihak perempuan pun harus dibuang dan dibuat terpisah agar tidak bertentangan dengan usul yang hendak dibentuk.

Untuk melengkapi sekaligus menyempurnkan hal tersebut maka kaum perempuan yang telah dipisahkan (dibuang dari silsilah) sebaiknya diberi penghargaan dalam bentuk lain, karenanya kami sesama raja adat membuat aturan lain yaitu menempatkan pihak perempuan sebagai pihak yang terhormat dan diberi tempat di siamuan didalam pelaksanaan setiap adat.

Klop bukan ?
setelah klop pengumuman pun dibuat, dan karena raja adat dan raja kampung yang mencetuskan, maka seluruh pengikutnyapun menjadikannya sebagai aturan sah didalam adat, untuk mengawini boru ni Tulang atau
“Parbaribaan” alias PARIBAN.

Akhirnya kekayaan saya pun seperti syair lagu dari
kla-project

tak pernah kelain hati..,

tak pernah ke lain orang.



Horas